Senin, 02 April 2012

SIKLUS BIOGEOKIMIA DI LAUTAN -PART END- (SIKLUS NITROGEN)

Di blog sebelumnya kita telah menjelaskan mengenai siklusfosfor, CO2 dan O2. Di blog ini akan di jelaskan mengenai siklus nitrogen, dimana siklus ini adalah siklus rantai energi yang sangat penting dalam daur biogeokimia.

KANDUNGAN NITROGEN DI LAUT
Laut mengandung senyawa nitrogen baik organik maupun anorganik dalam jumlah yang sangat kecil (kira-kira 1/10 dari konsentrasi N2). Bentuknya dapat terlarut, berupa partikel dan terbagi kedalam organic dan anorganik.
Nitrogen di laut sangat dikontrol oleh reaksi redoks yang diperantarai oleh fitoplankton, bakteri, dan mungkin archaea. Sebagai hasil dari transformasi ini. Ion anorganik terlarut, NO-3, NO-2, dan NH+4, secara umum disebut sebagai DIN (dissolved inorganic nitrogen). Banyak dari nitrogen di pesisir-samudra-atmosfer adalah N2(g) dan secara relatif tidak reaktif karena kekuatan yang besar dari tiga ikatan diantara dua atom nitrogen. Beberapa proses abiotik dan mikroba dapat merubah N2 kedalam senyawa yang lebih reaktif. Senyawa ini secara kolektif dinamakan “fixed” atau reactive nitrogen (Nr). Sumber Nitrogen di laut berasal dari aktivitas vulkanik, atmosphere dan sungai (pupuk).
Urea, asam amino, substansi humic, asam nukleat (DNA dan RNA), dan alkil dan amina kuartener masuk ke dalam golongan DON (disolved Organik Nitrogen). Terakhir yang masuk kedalam amida dari sumber biologis, termasuk kitin, peptidoglikan dari dinding sel bakteri, N-acetylaminopolysaccharides (N-AAPs), dan oligopeptida. Molekul Urea yang ringan ini dapat mencapai konsentrasi 13 µM N. Molekul ini dilepaskan kedalam air laut oleh zooplankton herbivore, cryptomonads, bivalve, dan ikan.

SIKLUS NITROGEN (N2)
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- ).
Terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Sedangkan di laut, beberapa jenis alga dapat mengikat nitrogen misalnya, Nostoc sp. dan Anabaena sp (ganggang biru).
Siklus nitogen sendiri berlangsung dimulai dari fiksasi nitrogen. Sumber nitrogen tersebut ada yang langsung di fiksasi dari atmosphere ada juga yang berasal dari kototran atau sisa-sisa organisme hidup yang berupa amonia.

Gambar 1. Sikuls Nitrogen
(Sumber: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0032%20Bio%201-7c.htm)

Jika nitrogen tersebut dalam bentuk amonia, makan amonia akan dirubah oleh bakteri Nitrosococcus sp menjadi nitrit. Proses ini yang di sebut Nitrifikasi. Nitrit akan dirubah oleh bakteri menjadi nitrat. Nitrat inilah yang digunakan oleh mahluk hidup terutama tumbuhan untuk pertumbuhan. Nitrat yang telah dirubah akan di gunakan tumbuhan dan dirubah menjadi molekul protein. Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai merombaknya menjadi gas amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+). Proses ini disebut dengan amonifikasi. Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi. Selanjutkan akan terjadi kembali siklus berulang perubahan nitrogen menjadi amonia-nitrit dan seterusnya.

Gambar 2. Siklus Nitrogen
(Sumber: http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/17/daur-biogeokimia/)

Selain melalui fiksasi nitrogen di atmosphre juga di bawah oleh air hujan. Nitrogen yang sudah sampai di darat (tanah) akan di fiksasi oleh rizobium dan di rumah menjadi nitrit kemudian nitrat oleh bakteri Nitrosococcus dan Nitrosomonas. Di laut nitrogen akan di ikat oleh alga.

SIKULS NITROGEN DI LAUTAN
Nitrogen mengalami siklus, baik di atmosfer ataupun di perairan yang dinamakan dengan Siklus nitrogen. Siklus Nitrogen yaitu  suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi dan nitrifikasi, denitrifikasi. Nitrogen memegang peranan kritis dalam siklus organic dalam menghasilkan asam-asam amino yang membuat protein. Dalam siklus nitrogen, tumbuh-tumbuhan menyerap N-anorganik dalam salah satu gabungan atau sebagai nitrogen molekuler. Tumbuh-tumbuhan ini membuat protein yang kemudian dimakan hewan dan diubah menjadi protein hewan. Jaringan organic yang mati diurai oleh berbagai jenis bakteri, termasuk didalamnya bakteri pengikat nitrogen yang mengikat nitrogen molekuler menjadi bentuk-bentuk gabungan (NO2, NO3, NH4) dan bakteri denitrifikasi yang melakukan hal sebaliknya. Nitrogen lepas ke udara dan diserap dari udara selama siklus berlangsung. Jumlah nitrogen yang tergabung dalam mineral dan mengendap di dasar laut tidak seberapa besar (Romimohtarto dan Juwana, 2001). Pola sebaran nitrogen di Samudera Atlantik, Pasifik dan Samudera India tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (Davis,1986).
Gambar 3. Siklus Nitrogen di laut
(Sumber: http://biogem.blogspot.com/2012/03/siklus-nitrogen.html)

Sebaran menegak dari bentuk-bentuk gabungan nitrogen berbeda di laut. Nitrat terbanyak terdapat di lapisan permukaan, ammonium tersebar secara seragam, dan nitrit terpusat dekat termoklin. Interaksi-interkasi antara berbagai tingkat nitrogen organic dan bakteri sedemikian rupa sehingga pada saat nitrogen diubah menjadi berbagai senyawa anorganik, zat-zat ini sudah tenggelam di bawah termoklin. Hal ini menimbulkan masalah bagi penyediaan nitrogen karena termoklin merupakan penghalang bagi migrasi menegak unsur-unsur ini dan kenyataannya persediaan nitrogen akan menjadi faktor pembatas bagi produktivitas di laut. Manfaat Nitrogen antara lain:
  •   Sebagai unsur pembatas pertumbuhan dan memainkan peran penting dalam mengontrol produktivitas biologis.
  • Berperan dalam rangkaian 'umpan balik' yang mengatur iklim, pembentukan sedimen biogenik, dan kadar beberapa bahan kimia dalam air laut.
  •   Untuk  memenuhi  kebutuhan  akan  nitrogen  sebagai  salah  satu komponen utama pembentukan asam amino yang menjadi cikal bakal terbentuknya protein.

Dalam ekosistem terumbu karang, daur biogeokimia yang paling di sorot adala siklus carbon. Hal ini di mungkinkan karena sebagian besar hasil metabolise terumbu karang membentuk zat dengan kandungan karbon yang besar. Seperti CaCO3. Siklus karbon di laut berperan dalam menyeimbangkan konsentrasi karbondioksida di atmosphere. Karbondioksida di laut digunakan dalam sistem buffer untuk menjaga  asam basa di laut. Menurut jurnal , di ketahui bahwa pada jaman ice age lautan membeku menyebabkan karbon terperangkap di dalam laut sehingga suhu atmopshere mendingin.
Ini adalah bagian akhir dari cerita bersambung siklus Biogeokimia. Siklus ini menerangkan mengenai daur materi energi terutama siklus gas yang terlarutkan dalam laut. Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga. 

Untuk mengetahui secara lengkap cerita bersambung dari siklus biogeokimia (part 1) klik di sini:

References
Anonim. 2000. Siklus Biogeokimiahttp://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0032%20Bio%201-7c.htm.

Anonim. 2008. Daur Biogeokimia. http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/17 /daur-biogeokimia/.



Eviolita, Ajeng Ayu. Rusilawati, Cyntia, dkk. 2011. Makalah Oseanografi Mikronutrien Di Laut. Ilmu
Kelautan, FPIK, UNPAD.

Sanoibaho, Pober. 2008. Siklus Energi, Materi, Biogeokimia Dan Nitrifikasi. http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/05/11/siklus-energi-siklus-materi-siklus-biogeokimia-daur-biogeokimiadan-nitrifikasi/.


Kamis, 22 Maret 2012

HUBUNGAN ANTARA SUHU, SALINITAS DAN TEKANAN Part V

Sebelumnya telah dibahas mengenai suhu dan salinitas secara vertikal dan horizontal. Ini adalah bagian akhir “Hubungan Suhu, Salinitas dan Tekanan” yang di jelaskan.

Tekanan
Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas. Semakin ke dalam, tekanan air laut akan semakin besar. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya gaya yang bekerja pada lapisan yang lebih dalam. Satuan dari tekanan dalam cgs adalah dynes/cm2, sedangkan dalam mks adalah Newton/m2. Satu Pascal sama dengan satu Newton/m2. Dalam oseanografi, satuan tekanan yang digunakan adalah desibar (disingkat dbar), dimana 1 dbar = 10-1bar = 105 dynes/cm2 = 104 Pascal.
Gambar 8. Profil Tekanan
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gaya akibat tekanan bekerja dari tekanan yang berbeda pada satu titik ke titik lainnya. Gaya ini bekerja dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Di laut, gaya gravitasi yang bekerja (ke arah bawah) akan diimbangi oleh gaya akibat adanya perbedaan tekanan tersebut (ke arah atas), sehingga air yang bergerak ke bawah tidak akan mengalami percepatan.
Tekanan pada satu kedalaman bergantung pada massa air yang berada di atasnya. Semakin besar kedalaman makan tekananpun akan semakin besar.hal ini disebabkan karena semakin banyak air yang berada diatasnya. Bayangkan jika kita berenan dalam laut. Jika kita berenang semakin dalam maka tekanan pada tubuh kita semakin besar hal ini karena semakin banyak massa air yang berada diatas kita.
Sedangkan untuk di permukaan/daratan, semakin tinggi suatu suatu tempat dari permukaan laut maka tekanan semakin besar. Hal ini dipengaruhi leh gaya gravitasi. Tekanan ke atas semakin besar karena semakin besar pula gaya grafitasi/gaya berat yang dilawan. Tekanan biasanya berhubungan erat dengan kedalaman.

Hubungan antara Suhu, Salinitas dan Tekanan
Diatas telah dijelaskan satu persatu mengenai Suhu, salinitas dan tekanan. Dalam lautan ketiga hal ini saling berhubungan. Suhu akan mempengaruhi kadar salinitas dalam perairan tersebut begitu juga tekanan yang berpengaruh pada keduanya. Suhu yang tinggi akan menyebabkan suatu perairan biasanya memiliki salinitas yang tinggi kecuali jika tempat tersebut tejadi upwelling.
Pengaruh suhu dan salinitas pada laut paling terlihat dipermukaan laut karena salinitas dipengaruhi laut cenderung dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang menyebabkan evaporasi. Di kedalaman sendiri suhu tidak terlalu mempengaruhi salinitas karena suhu cenderung menurun karena penyinaran matahari yang tidak mencapai bawah. Salinitaspun turun perlahan setelah melewati daerah halocline. Menurun perlahan.
Sedangkan untuk tekanan. Tekanan pada air tawar dan air laut berbeda. Jika pada kedalaman 10 meter tekanan pada air tawar baru bertambah 1 atm, di laut pada kedalaman 5 meter tekanan sudah bertambah. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan ini salah satunya adalah kerapatan dan salinitas. Salinitas bukan hanya derajat banyaknya garam dilaut tetapi juga mineral yang terkandung di dalamnya. 
 
 
Gambar 9. Profil umum Suhu, Salinitas dan tekanan
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Profil di atas adalah profil secara umum, ada pengecualian pada daerah hidrotermal vent. Daerah diamana gas-gas mineral sumber dari salinitas sebagian besar berada. Daerah hidrotermal vent adalah daerah dengan lubang-lubang uap panasyang berasal dari dalam perut bumi. Daerah ini berada pada bagian dasar laut sehingga memiliki tekanan yang besar, tetapi suhu dan salinitas di hidrotermal vent juga besar. Tidak seperti profil suhu dan salinitas yang menunjukan penurunan perlahan di dasar laut. Pada daerah hidrotermal ini suhu dan salinitas sangat besar tetapi tekanan juga besar. Salinitas yang cukup besar ini dikarenakan material-material mineral yang keluar dari lubang yang merupakan sumber dari garam mineral di lautan selain itu karena panas bumi sehingga daerah sekitar hidrotermal juga memiliki suhu yang tinggi. Hanya beberapa organisme dan bakteri yang dapat hidup di daerah ekstrim ini.


Blog ini adalab bagian akhir dari materi cerita bersambung mengenai hubungan dari Suhu, salinitas dan temperatur. Untuk menyimak part sebelumnya, silahkan kunjungi blog >> menkster.blogspot.com


Kelompok 5
Anggota:
  • Firman Ariandi           (230210100005)
  • Oktavian Suprapto     (230210100020)
  • Eka Septiyawati         (230210100034)
  • Ajeng Yuniar Ikhsani (230210100049)
  • Elma Dahlia Puri        (230210090015)

Daftar Acuan (Keseluruhan Part (I, II, III, IV, V))
http://zhulmaydin.blogspot.com/2011/01/sifat-fisik-air-laut.html
http://ferret.pmel.noaa.gov/Ferret/documentation/levitus-tour.
http://faiqun.edublogs.org/2012/01/30/fenomena-salinitas-air-dalam-al-quran/
http://shahriel-myassignment.blogspot.com/2010/04/laut-baltik.html.
http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/2253715-sifat-sifat-air-laut/
http://lajugandharum.wordpress.com/2012/01/13/mengenal-suhu-udara/
http://zhulmaydin.blogspot.com/2011/01/sifat-fisik-air-laut.html
http://andhikaprima.wordpress.com/category/teknologi-kelautan/

Jumat, 07 Oktober 2011

KAITAN ANTARA PALUNG, GUNUNG LAUT DAN BASIN BESERTA PENGARUHNYA DI LINGKUNGAN


ESSAY GEOLOGI LAUT

KAITAN ANTARA PALUNG, GUNUNG LAUT DAN BASIN BESERTA PENGARUHNYA DI LINGKUNGAN

Oleh: Eka Spetiyawati 230210100034 - UNPAD-ILMU KELAUTAN










Abstrak

Pengaruh lempeng dan pembentukan relief seafloor mendasari penulisan essay ini. Dengan tujuan dapat mengetahui lebih dalam mengenai gunung laut, palung dan basin dimulai dari kaitan hingga dampak pengaruhnya pada lingkungan. Selain itu menjelaskan mengenai teori lempeng tektonik. Palung laut, basin dan gunung laut merupakan relief seafloor yang saling berkaitan satu sama lain dilihat dari proses terbentuknya yang berhubungan dengan daerah pusat keluarnya magma (MOR) dan pergeseran lempeng tektonik secara konvergen. Beberapa dampak yang disebabkan karena terbentuknya relief-relief ini adalah terbentuknya daerah estuarine yang memiliki keanegkaragaman biota. Gunung laut tempat berkumpulnya biota laut karena terdapat karang yang menempel dan air jernih serta palung laut tempat hidup makhluk unik yang tidak ada di daerah lautan manapun. Pergeseran tektonik dipengaruhi oleh lapisan bagian bawahnya yaitu astenosfer yang cair

1. Pendahuluan

Seafloor adalah bagian dasar dari suatu lautan (walter and trotman, 1995). Diketahui bahwa fenomena yang terjadi pada bagian sea flor ini dapat memberikan sebuah penjelasan mengenai penyebaran benua. Teori mengenai penyebaran benua ini disebut Sefloor streding. Pada pergerakannya sea floor ini dapat membentuk relief sea floor atau membelah benua besar menjadi beberapa benua yang bergerak menjauh. Seaflor terdiri atas gunung laut, palung dan lubuk laut(basin)

Gunung laut, palung laut dan lubuk laut (basin) terbentuk karena pergerakan kerak dasar samudra dengan pusat pengaruh keluarnya magma (mid ocean ridge). Terbentuknya ketiga relief ini dapat dikarenakan pergeseran lempeng tektonik antara lempeng samudra dan lempeng benua. Jika dilihat dari proses terbentuknya sebenarnya ketiga relief ini saling berhungungan dan berkaitan. Ketiga hal ini sama-sama terbentuk karena proses yang terjadi pada seafloor dan pengaruh dari lempeng tektonik. Pada pembentukan ini ada beberapa manfaat yang didapat untuk lingkungan dan organisme yang dapat hidup di dalamnya.

Dari beberapa penjelasan diataslah akhirnya saya memutuskan untuk menulis essay ini. Mencoba menjelaskan kaitan antara ketiga relief seafloor satu sama lain dan pengaruhnya terhadap lingkungan baik dari dampak positif maupun dampak negatifnya. Mencoba menjelaskan beberapa argument yang dapat dijadikan jawaban sesuai dengan mengacu pada fakta berupa studi literature yang saya gunakan sebagai metode. Argument dikemukakan di paragraf lain setelah fakta saya tuliskan di paragraf atasnya. Mengemukakan satu persatu mengenai relief dengan mengacu pada studi literature kemudian membahasnya berdasarkan argument yang akan saya tulis dalam essay ini supaya lebih mudah dimengerti dan dipahami.

2. Tujuan

1. Mengetahui kaitan ketiga relief seafloor satu sama lain
2. Mengetahui pengaruh palung, gunung laut dan basin pada ekosistem laut
3. Mengetahui penyebab terbentuknya palung, gunung laut dan basin berdasarkan teori pergerakan lempeng tektonik.
3. Isi dan Pembahasan
Kaitan ketiga relief sea floorMenurut Dias Natasismita (2011) Gunung bawah laut (seamount) merupakan puncak-puncak gunung yang muncul pada dasar samudera dengan ketinggian sampai beberapa ratus meter di atas topografi sekitarnya. Puncak kerucut yang terjal ini telah banyak dijumpai pada semua samudera di dunia ini . Samudera Pasifik merupakan samudera dengan gunung bawah laut yang terbanyak dibandingkan dengan samudera lainnya.

Proses terbentuknya gunung laut dapat kita lihat dari pergerakan lempeng tektonik. Gunung laut umumnya tidak aktif karena merupakan fenomena yang terjadi akibat magma yang keluar dari Mid ocean Bridge yang mendingin disebelah kanan dan akhirnya menumpuk hingga membentuk gunung laut ini. Gunung laut ini sendiri merupakan gunung yang kakinya berada dilaut tapi tidak sepenuhnya keluar permukaan. Adapun gunung laut yang aktif bisa dikarenakan gesekan kerak bumi dengan kerak benua sehingga mencair menjadi magma dan disebut gunung aktif. Jika pertumbuhan gunug api tersebut cukup cepat, maka gunung api tersebut akan membentuk suatu pulau.

Menurut Wikipedia (2011) Basin adalah satu dari beberapa tipe perairan yang merupakan nama lain dari daerah aliran. Istilah basin biasanya disatukan dengan istilah sungai yaitu yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai river basin atau diartikan sebagai daerah aliran sungai. Daerah aliran sungai ini biasa merupakan perairan dari hulu sampai ke hilir. Lubuk laut (basin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi.

Palung laut (trog), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi (Dias Natasismita, 2011). Pada laut yang terbuka, palung laut membentuk alur yang sejajar dengan deretan pulau-pulau gunung api (volcanic island arcs). Sedangkan deretan gunung api kemungkinan dijumpai sejajar dengan palung laut yang berdekatan dengan daratan. Aktivitas gunung api ini terjadi karena kerak bumi yang menunjam ke dalam mantel bumi mengalami penghancuran dan mencairan yang membentuk magma kembali. Proses ini disebut juga proses pergerakan lempeng secara konvergen.

Dilihat dari pengertian basin dan palung, dapat kita tarik sebuah benang penghubung antara terbentuknya basin dan palung. Keduanya sama-sam terbentuk karena pengaruh dari ingresi. Ingresi sendiri adalah penurunan dasar laut. Yang membedakan dua relief ini adalah bentuk dari penurunan. Pada basin disebutkan bahwa bentuk basin adalah cekungan membulat sedangkan pada palung adalah cekungan memanjang. Keduanya diakibatkan pergerakan dua lempeng secara konvergen dan terbentuk diatara batasan dua lempeng. menurut pendapat saya, palung juga dapat terbentuk bukan hanya karena pergerakan lempeng tetapi juga karena pengarug subduction bagian sudut kerak bumi yang mengalami pendinginan dan terus menumpuk karena bagian tengah (mid ocean ridge) yang terus mengeluarkan magma dan membentuk kerak baru. Karena pengaruh gravitasi bumi dan bagian kerak yang mendingin terlalu menumpuk dan berat terjadi subduction sehingga bagian kerak bumi menghujam kedalam. Contoh palung yang terbentuk karena ini adalah palung mariana di kepulauan marian. Ada factor lain yang menyebabkan terbentuknya palung ini.

Menurut Wikipedia (2011) mariana trench terbentuk karena bertumpuknya lembeng samudra pasifik dengan lempeng benua filiphina. Berdasarkan peta tektonik dunia yang dibuat oleh USGS. proses subduksi dan proses pemekaran kerak akan saling mempengaruhi satu sama lain seperti halnya siklus. Proses subduksi tidak akan bisa terjadi tanpa adanya proses pemekaran kerak, dan sebaliknya. Dalam hal ini lempeng Pasifik (Lempeng Samudra) dan lempeng Filipina (lempeng Benua) sebagai 2 lempeng utama pembentuk Palung Mariana. Seperti diketahui, MOR adalah pusat tempat keluarnya magma dari dalam bumi untuk selanjutnya membentuk kerak samudra baru, sehingga semakin jauh dari zona rekahan, usia kerak samudra akan semakin tua. Usia yang semakin tua otomatis kerak akan semakin dingin dan berat sehingga jika mengalami subduksi, akan menunjam paling dalam. Dengan pengitungan dan pengukuran peta USGS diketahui bahwa palung mariana adalah tempat terjauh dari zona rekahan tengah (MOR) hingga zona subduksi.

Kaitan lain antara relief sea floor adalah seamount dengan palung. Diketahui bahwa disekitar palung selalu sejajar dengan gunung api. Jika dilihat dari bagaimana proses terbentuknya palung karena pengaruh lempeng dan pergerakan konvergen dapat kita ketahui bahwa proses terbentuknya palung adalah karena dua lempeng yang saling bertumpuk, hal ini juga menyebabkan terbentuknya gunung api. Jadi tak bisa dipungkiri bahwa gunung api dan palung akan terlihat selalu berjajar diantara batas lempeng.

Hubungan yang dikaitkan antara gunung api dengan seamount. Seamount sendiri terbentuk dari zona subduksi sebelah kanan yang jika MOR terus mengeluarkan magma dan membentuk kerak baru maka zona ini akan bergeser semakin jauh dan bergesekan dengan kerak benua. Seperti yang kita ketahui, hukum fisika mengatakan tumbukan akan mengasilkan energy panas, begitu pula dengan gesekan yang teradi pada kerak bumi dan kerak benua. Karena gesekan ini batuan kerak menjadi meleleh dan mencair. Bagian inilah yang kelak membentuk gunung api yang menjajar sepanjang daerah lempeng.

Selanjutnya untuk mengkaitkan ketiga relief ini adalah pada lempeng tektonik yang saling bergesekan. Setiap fenomena yang terjadi didasar laut akan menghasilkan sebuah relief baru tergantung bagaimana lempeng itu bergerak, apakah lempeng bergerak Konvergen (bertubrukan), divergen(berjauhan) atau bergerak transform (bergesekan).

Menurut Wikipedia (2011) Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratasmantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.

Dengan merujuk pada sumber diatas, kita tau bahwa sebenarnya lempeng tektonik itu sebenarnya padat. Terjadinya pergerakan lebih dikarenakan pengaruh bagian astenosfer yang cair dan memiliki viskositas (kekentalan) yang rendah. jika suhu astenosfer panas maka cairan akan menghujam keatas dan menyebabkan naiknya lempeng tektonik, sedangkan jika bagian astenosfer mendingin makan akan bergerak kebawah diikuti pergerakan lempeng tektonik. Karena itulah kadang kala lempeng tektonik akan bergerak saling berdekatan atau saling berjauhan.
 
Pengaruh palung, gunung laut dan basin (dampak positif dan negative)
Ketiga relief sea floor ini memiliki manfaat dan resiko yang dimilikinya. Pada bagian basin, seperti yang dijelaskan dalam Wikipedia bahwa lubuk atau basin adaah daerah aliran sungan atau tempat pertemuan antara sungai dan laut. Maka dari itu bisa dikatakan bahwa lubuk merupakan daerah estuarine atau daerah payau dimana air laut yang asin bertemu air sungai yang tawar menghasilkan pH dan salinitas optimal untuk pertumbuhan organism laut. Seperti udang dan ikan dari kedua tempat yang masih bisa melakukan penyesuaian dengan salinitas sedikit tinggi atau rendah. Tidak seperti kedua daerah, pada laut ikan tawar yang sudah tak memiliki osmoregulator tidak akan bisa bertahan dan menyesuaikan diri dengan salinitas tinggi dan tekanan osmosi yang besar, sedangkan ikan laut tidak dapat bertahan di air tawar dengan pH dan salinitas yang tidak sesuai dan terasa terlalu rendah. Pada lubuk yang merupakan daerah aliran sungai organisme dari kedua tempat bisa bertahan karena percampuran air. sehingga jika dibandingkan, daerah estuarine lebih beraneka jenis biota yang dapat hidup.

Pada seamount sendiri ada beberapa resiko yang dimilik. Guido Bertolaso, kepala perlindungan sipil (Italia, 2010) mengatakan gunung api bawah laut mungkin lebih menakutkan dibandingkan yang lain, karena sulit dilacak karena berada di bawah laut.

Selain itu pengaruh dari letusan itu dapat menyebabkan gelombang air naik dan memungkinkan terjadinya tsunami jika gunung laut berada di daerah dekat daratan.

Tetapi seamount ini memiki manfaat yang cukup penting karena Daerah dangkal dikelilingi lautan dalam ini sering merupakan daerah berkumpulnya ikan-ikan laut karena daerah ini seringkali ditumbuhi karang-karang karena airnya jernih, jauh dari populasi manusia sehingga jauh dari sampah dan polusi. Dengan demikian perlu penelitian khusus untuk mengetahui biodiversity (keberagaman hayati) di lingkungan kompleks gunung laut (Dias Natasismita, 2011).

Pada palung laut dengan tekanan dan kedalaman yang ekstrem beberapa resiko yang ditimbulkan adalah jika manusia berenang didalamnya, Tekanan hidrosatis yang ekstrem menyebabkan tubuh manusia tidak bisa bertahan dan akan meledak. Belum lagi daerah dasar palung yang dalam sehingga dimungkinkan jarang sekali ada organism laut yang bisa bertahan dan dapat hidup. Tetapi tidak semua organisme laut tidak dapat menghuni palung.

Kapal Penelitian Jepang, Kaiko adalah satu-satunya yang dapat mencapat dasar mariana sebelum hilang tahun 2003. Menurut kabar bahwa kapal ini berhasil mencari tahu keberadaan organisme di palung terdalam dunia yaitu palung mariana. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut dengan robot penyelam, didapat gambar beberapa spesies penghuni palung marianan.

Diantarnya spesies itu adalah cumi-cumi, ubur-ubur dan ikan luminence. Kebanyakan adalah spesies dengan tubuh yang dapat mengelurkan cahaya dari tubuhnya. Sehingga dapat diketahi bahwa bagian terdalam lautan yaitu palung sebenarnya memiliki makhluk yang dapat hidup sesuai dengan kondisi ektrem dasar palung seperti tekanan hidrostatis yang besar, suhu yang rendah dan minim cahaya dan oksigen.

4. Kesimpulan
Kaitan antara ketiga relief seafloor adalah pada proses terbentuknya. Dimana palung yang terbentuk biasanya sejajar dengan gunung api karena daerah lempeng yang mengalami konvergen akan membentuk palung dan gunung laut secara bersamaan. Selain itu karena proses pendinginan magma yang keluar dari MOR (Mid Ocean Ridge). Pada basin dan palung, letak perbedaan hanya pada bentuk yang dihasilkan dari pengaruh seafloor. Pada basin bentuk akan membulat sedangkan palung memanjang. Kaita ketiganya adalah bahwa ketiganya sama-sama dipengaruhi oleh pergeseran lempeng tektonik pada proses konvergen, divergen dan transform.

Pengaruh yang diberikan oleh ketiganya antara lain, pada basin terbentuk daerah air payau atau estuary yang merupakan tempat optimal hidupnya hewan air tawar dan hewan air laut bersamaan, karena merupakan daerah aliran sungan tempat bertemunya air laut dan air sungai. Pada gunung laut ada dampak negative yaitu karena gunung tidak terlihat dari daratan sehingga jika terjadi letusan (pada gunung api) tidak dapat diketahui daerah letusannya. Manfaat dari gunung laut merupakan tempat hidup karang dan biota laut karena air jenih dan banyak mengandung makanan. Pada palung beberapa hewan unik dapat bertahan hidup didaerah tersebut yang jika dalam keadaan suhu dan tekanan normal mungkin hewan tersebut tidak dapat hidup.

Pergerakan lempeng tektonik dikarenakan pengaruh lapisan astenosfer yang cair dan memiliki viskositas rendah. astenosfer yang panas akan mencuat keatas dan menyebabkan lempeng bergerak begitu pula jika astenosfer mendingin.


Referensi
Natasismita, Dias. 2011. Sepuluh Morfologi Dasar Laut. http://adios19.wordpress. com/2011/06/02/10-morfologi-dasar-laut/. Diakses pada 24 september 2011.


Akhmad, Aldi. 2011. Morfologi Dasar Laut. http://dielunariessal.blogspot.com /2011/05/morfologi-dasar-laut.html. diakses pada 24 September 2011.


Pratiwi, Galuh. 2010. Mengapa Palung Mariana Menjadi Tempat Terdalam Di Bumi?. http://belajarsejarahfun.blogspot.com/2011/07/mengapa-palung-mariana-menjadi-tempat.html. Dikases pada 24 September 2011.
 
Anonim. 2011. Basin. http://id.wikipedia.org/wiki/Basin. diakses pada 24 September 2011.
 
Anonim. 2011. Lempeng Tektonik. http://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng . Diakses pada 24 September 2011.

Anonim. 2011. Palung Mariana. http://id.wikipedia.org/wiki/Palung_Mariana. Diakses pada 24 September 2011.

Anonim. 2010. Gunung Bawah Laut Lebih Menakutkan. http://www.newoes.com/ gunung-bawah-laut-lebih-menakutkan/. Dakses pada 24 September 2011.

Anonim. 2011. Laut Dalam. http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_dalam. Diakses pada 24 September 2011.










Jumat, 16 September 2011

LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER

LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER

Atmosfer berasal dari kata Yunani, yaitu atmos yang berarti uap dansphaira yang berarti bulatan. Jadi atmosfer dapat diarti sebagai alpisan gas yang menyelubungi bulatan bumi (Bayong Tjasyono KH, 2004). Untuk planet bumi atmosfer memiliki fungsi yang sangat penting antara lain untuk melindungi bumi dari benda asing yang akan menubruk bumi dan melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang berlebih. Benda asing tersebut misalnya meteor. Meteor yang akan bertubrukan dengan bumi akan terlebih dahulu bergesekan dengan atmosfer dan karena gesekan yang cukup besar tersebut meteor tidak akan jatuh kebumi karena lebih dahulu terbakar oleh atmosfer. Selain iitu ada lapisan ozon yang melindungi bumi dari pancara sinar ultraviolet secara langsung sehingga sinar yang jatuh ke bumi tidak berbahaya.
Lapisan-lapisan Atmosfer Bumi antara lain:
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer                   
4. Termosfer (ionosfer)
5. Eksosfer atau Desifasister
  
Gambar 1. Lapisan-lapisan Atmosphere 
 Sumber: https://rachmatwahidi.wordpress.com/2010/06/03/atmosfer-si-tak-terlihat-yang-berguna/
Unsure-unsur yang terdapat dalam atmosfer antara lain adalah Nitrogen (N2), oksigen (O2), karbondioksida (CO2) dan Argon. Berikut dibawah ini adalah presentase volume gas-gas yang terkandung dalam atmosfer.

 Gambar 2. Persentase kandungan udara di atmosfer
 Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer

Kandungan Udara Atmosfer
Nama Gas
Simbol Kimia
Volume (%)
Nitogen
Oksigen
Argon
Karbondioksida
Neon
Helium
Ozon
Hidrogen
Krypton
Metana
Xenon
N2
O2
Ar
CO2
Ne
He
O3
H2
Kr
CH4
Xe
78,08
20,95
0,93
0,034
0,0018
0,0052
0,0006
0,00005
0,00011
0,00015
Sangat kecil
Sumber: http://myawaludin.blogspot.com/2008/06/sekilas-atmosfer-bumi.html)



1.   Trofosfer

 Gambar 3. Troposphere 
 Sumber: http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html

Lapisan ini berada pada level yang terrendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17 sampai -52. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopouse (Andien, 2009). 



2.   Stratosfer

 Gambar 4. Stratosfer
Sumber: http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html

Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70 derajat F atau sekitar - 57. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.
Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18 pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan    stratosfer dengan lapisan berikutnya(Iwan Ridwan 2011) . 

  3.   Mesosfer


 Gambar 5. Mesosfer
Sumber: http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html

Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar – 1430C di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Merupakan lapisan pelindung dari jatuhan meteor atau benda luar angkasa lainnya (Addien, 2009) 



4.   Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.
Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini. Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfir
Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfir) – Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juda disebut lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :
1.    Lapisan Udara Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara KENNELY dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suu udara di sini berkisar – 70° C sampai +50° C .
2.    Lapisan udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara APPLETON.
3.    Lapisan udara atom Pada lapisan ini, benda-benda berada dalam lbentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200° C (Iwan Ridwan, 2011).

4.    Eksosfer


 Gambar 6. Eksosfer
Sumber: http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html

Terletak pada ketinggian antara 800 - 1000 km dari permukaan bumi. Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi. Merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan. Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar (Anonim, 2008). Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal (Addien, 2009).


Selain itu setiap lapisan Atmosfer tersebut mempunyai tekanan dan kerapatan udara masing-masing, sebagaimana tergambar pada gambar berikut:


 Gambar 7. hubungan tekanan dan kerapatan udara
Sumber: http://myawaludin.blogspot.com/2008/06/sekilas-atmosfer-bumi.html

Selain itu, perlu diketaui pula bahwa temperatur udara biasanya menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian dari permukaan. Sebagai contoh, saat Anda naik pesawat udara pada ketinggian 9 km,maka temperatur udara di luar kaca jendela pesawat Anda terseut berkisar -50 oC setara dengan lebih dari 60oC lebih dingin dibandingkan dengan temperatur udara di permukaan bumi di bawah Anda (Anonim, 2008).



Berikut spesifikasi dari lapisan atmosfer:

Gambar 8. spesifikasi lapisan atmosfer
sumber: http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html


Disini kita bisa melihat peran lapisan atmosfer yaitu memantulkan gelombang elegtromagnetik untuk nanti diproses kembali oleh manusia dengan bantuan telepon genggam dan alat-alat elektronik lainnya (Anonim, 2008). 

Referensi:
http://localheroes-jogja.blogspot.com/2009/05/ lapisan-atmosfer-bumi.html
http://myawaludin.blogspot.com/2008/06/sekilas-atmosfer-bumi.html
http://wiki-mania.blogspot.com/2011/04/pengertian-dan-penjelasan-lapisan.html
http://lintaszonabaca.blogspot.com/2011/04/macam-macam-lapisan-atmosfer.html